Siswa SD Juara Berlatih Qurban

30 Nov

Superqurban 30/11. Untuk menanamkan nilai-nilai keislaman tentang pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, SD Juara Yogyakarta melaksanakan Latihan Qurban di halaman SD Juara Yogyakarta, Senin (30/11). Acara ini berlangsung sangat ramai karena melibatkan orang tua siswa, anak-anak , guru dan staf karyawan.

Anak-anak sangat antusias kala menyaksikan penyembelihan kambing. Para ibu terlihat sibuk menyiapkan ubo rampe untuk memasak daging kambing tersebut. Kambing yang di sembelih berjumlah 2 ekor. Acara yang dikemas santai tapi menarik ini, berakhir dengan makan bersama seluruh keluarga besar SD Juara dan Rumah Zakat Indonesia (RZI) Cabang Yogyakarta.

Ismunaryo, Ketua Forum Orang tua Juara Yogyakarta berharap dengan pelaksanaan latihan qurban ini bisa melatih anak-anak untuk berbagi. “Idul Adha kali ini benar-benar berkesan bagi para siswa,” ungkapnya.***

Newsroom/Sigit Wardono
Regional Jawa Tengah

Superqurban on Pikiran Rakyat

29 Nov

Superqurban 28/11. Setiap Idul Adha, Masjid Al-Ukhuwwah Kota Bandung selalu sibuk. Masjid ini menjadi sasaran sekitar tiga ribu orang untuk mendapatkan daging kurban. Sejak pagi, di sekitar Jln. Wastukancana sudah ramai. Orang-orang tidak hanya datang dari Bandung, tetapi juga dari berbagai kota. Padahal, jumlah hewan kurban yang disembelih tidak banyak. Tahun lalu saja hanya menyembelih lima sapi dan sebelas domba. Sebagian besar berasal dari lingkungan Pemkot Bandung.

Mereka rela antre panjang sekadar mendapatkan sekantong daging seperempat kilogram. Tidak ada yang memastikan apakah mereka betul-betul fakir. “Kami tidak tahu apakah mereka benar-benar miskin, atau ada yang mengkoordinir, setelah itu dijual lagi. Kami berprasangka baik saja. Kami dititipi hewan kurban untuk disembelih sesuai dengan syariat,” kata Sekretaris Umum Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Al-Ukhuwwah, H.M. Sidiq Hasan.

Memastikan penerima daging kurban bukan hal mudah. Sering pula pembagian daging kurban justru jatuh ke tangan yang tidak semestinya. Iduladha seringkali dimaknai dengan membagi rata daging kurban. Semua orang mendapat bagian, tidak peduli miskin atau kaya. Padahal menurut syariat Islam, yang berhak menerima daging kurban adalah kaum fakir. Yang berkurban itu pun tidak lebih dari sepertiga bagian saja. Bahkan, panitia penyembelihan seharusnya tidak mendapat daging kurban jika mereka bukan termasuk dalam golongan fakir miskin.

“Hewan kurban seharusnya disembelih, diurus, dan dibagikan oleh yang berkurban. Bisa juga diuruskan orang lain dan wajib diberi upah. Upahnya tidak boleh daging yang disembelih itu,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa barat, Hafidz Usman.

Hal inilah yang kurang diperhatikan. Apalagi jumlah dan sebaran fakir miskin belum terdata baik. Jangankan pembagian daging kurban, Bantuan Langsung Tunai (BLT) saja masih acak-acakan hingga sering tidak tepat sasaran.

Sebenarnya, mekanisme sederhana pembagian hewan kurban bisa menjadi alat kontrol. Yaitu dengan membagi ke lingkungan terdekat dulu, misalnya di sekitar RT atau RW. Harapannya, petugas pembagi mengenal betul kondisi penerima. Apakah termasuk dalam golongan fakir miskin atau tidak. Sayangnya, seringkali justru ini yang luput dilakukan. Kebanyakan dibagi rata sehingga terkesan sebagai pesta tahunan makan daging bersama.

Dinas Peternakan Jawa Barat mencatat 348.448 KK yang berkurban pada Iduladha tahun lalu, di antaranya 196.776 kambing/domba dan 21.667 sapi/kerbau. Jika jumlah itu tersalur dengan benar, jumlah keluarga miskin yang menikmati daging kurban tentu berlipat dari jumlah keluarga yang berkurban.

**

Pembagian hewan kurban harus selesai saat itu juga. Jika tidak, panitia harus menyimpan daging dengan baik sehingga masih laik dibagikan pada keesokan harinya. Itupun harus segera dibagikan sebab daging segar mempunyai umur pendek. “Supaya tidak mubazir, dibagikan habis pada hari itu. Akhirnya jadi tidak tepat sasaran,” kata Program Development Division Head Rumah Zakat Indonesia (RZI), Taslinudin.

Untuk menyiasatinya, kini banyak orang mulai memilih membagi daging kurban dalam bentuk olahan. Salah satu program yang dikembangkan RZI, membagikan daging kurban berbentuk kornet.

Tak mudah memperkenalkan program ini, sebab banyak yang merasa kurang afdal jika berkurban tidak dengan membeli kambing dan membagikan daging segar.

“Sebenarnya bukan berkurban dengan kornet. Tetap berkurban kambing atau sapi, hanya dagingnya setelah disembelih tidak langsung dibagikan, tetapi diolah menjadi kornet. Harapannya bisa lebih panjang umurnya, bisa sampai tiga tahun,” katanya.

Ia meyakinkan bahwa hewan-hewan tersebut tetap disembelih sesuai dengan syariat Islam dan dilakukan tepat pada Iduladha atau hari tasyrik. Proses pengolahan makan waktu sekitar satu bulan sehingga pendistribusian bisa dilakukan setelah itu. “Kami bisa mendistribusikan sepanjang tahun,” katanya.

Umur daging yang bisa lebih panjang memungkinkan daging kurban menjangkau fakir miskin di tempat-tempat yang tidak terjangkau, tanpa harus khawatir daging membusuk.

Satu kambing bisa diolah menjadi 30-40 kaleng kornet seberat 200 gram. Satu sapi menjadi 300-400 kaleng kornet dengan berat sama. Tahun lalu, RZI menyembelih 6.400 sapi dan 350 kambing.

Cara ini bukan hal baru. Di Saudi Arabia, pembagian daging kurban juga berbentuk daging olahan yang bisa tahan lama. “Sebab, di sana banyak jemaah haji yang berkurban, jadi daging kurban dikirim ke luar daerah yang membutuhkan,” kata Hafidz.

**

Iduladha tidak hanya menjadi momentum pesta pembagian daging. Hari raya kurban juga menjadi momentum pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Penyediaan hewan kurban menjadi potensi usaha yang besar.

Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Barat memperkirakan, pada Iduladha tahun ini, jumlah hewan kurban mencapai 25.000 sapi/kerbau dan sekitar 225.000 kambing/domba. Jumlah ini naik 15-20 persen dari sebelumnya. Namun, persentase pasokan hewan tidak berubah. Untuk kambing/domba, 30 persen di antaranya di datangkan dari luar Jawa Barat, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk ternak besar, bahkan separuh di antaranya harus didatangkan dari luar Jawa Barat.

Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing (HPDKI) Jawa Barat Yudi Guntara mengungkapkan, perayaan Iduladha memiliki potensi ekonomi bagi peternak lokal. Dengan stok ternak memadai, Jawa Barat dapat memenuhi sendiri kebutuhan hewan kurban. Bahkan, daerah sekitar seperti Jakarta sangat mungkin dapat dijadikan tujuan pasokan. “Peluang besar. Yang dibutuhkan, dorongan untuk mengembangkan agribisnis peternakan,” ujarnya.

Menurut Yudi, sistem agribisnis harus dikembangkan karena sampai hari ini masih mengandalkan pola ternak tani dalam skala kecil. Dari lima juta lebih domba/kambing, hampir semua berasal dari ternak tani. Padahal, pola tradisional sangat sulit dikembangkan karena pemilik ternak memiliki keterbatasan waktu pelihara, lahan, dan sumber daya manusia (SDM).

Dorongan mengembangkan agribisnis peternakan dianggap Yudi selaras dengan keinginan gubernur yang menginginkan Jawa Barat sebagai provinsi domba. Dibutuhkan peningkatan kualitas SDM, penguatan modal, dan pemberian bibit. “Tidak kalah penting insentif perizinan. Selama ini masih rumit,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Jawa Barat, Kuswara Suwarman, mengungkapkan hal senada. Iduladha dapat menjadi momentum kebangkitan peternak sapi dan kerbau. Pasalnya, dengan populasi ternak sekitar 240 ribu ekor, sulit mengharapkan Jawa Barat mampu memenuhi kebutuhan daging sendiri. “Yang mesti diperhatikan adalah pembibitan yang masih lemah,” ucapnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnak Jabar Nana M. Abnan mengungkapkan, pihaknya yakin tahun ini stok hewan kurban lebih dari cukup. Perihal pemerataan distribusi juga tidak menemui masalah. “Sampai saat ini tidak ada keluhan dari daerah,” katanya. (Catur Ratna Wulandari/Ag. Tri Joko Her Riadi/”PR”)***

Superqurban Buka Hingga H+2

28 Nov

Dalam melayani masyarakat Indonesia & luar negeri untuk kemudahan berqurban, Superqurban membuka layanan hingga Ahad 29 November 2009 pukul 16.00 WIB. Hari Ahad sendiri Insya Allah masih dalam hari tasyrik H+2 dimana penyembelihan hewan qurban masih diperbolehkan.

Bagi Anda yang memiliki kelapangan rejeki dari Allah SWT manfaatkan waktu yang tinggal satu hari lagi, karena kita baru akan bertemu lagi Iedul Adha tahun depan. Wallahu a’lam bishowab.

Tata Cara Pemotongan Hewan Qurban

25 Nov

Hal-hal yang disunahkan dalam menyembelih hewan qurban adalah antara lain menghadapkan sembelihanya ke arah kiblat, sambil membaca:

Innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa ana minal musyrikiin. Inna salaati wa nusukii wa mahyaayaa wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bizdaalika umirtu wa ana minal muslimin.”

Artinya:

“Aku hadapkan mukaku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan sebenr-benarnya. dan bukanlah aku termasuk orang orang-orang musyrik. sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, tuhan seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan karena itu aku diperintahkan dan aku orang pertama-tama masuk Islam”

dan jika secara langsung ia sendiri yang menyembelihnya, maka hendaknya membaca:

“Dengan nama Allah, dan Allah maha besar. Qurban ini berasal dari-Mu dan hanya untuk-Mu.”

Mengucapkan bismillah…hukumnya wajib berdasarkan ayat quran. Firman Allah SWT:

Artinya:

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (al An’Am 121).

Selanjutnya, binatang qurban dipersiapkan betul setelah dipersiapkan alat yang tajam untuk menyembelihnya, lalu dipotong sekaligus tenggorokannya, kerongkongannya, dan urat darah di lehernya.

Baca juga tentang doa qurban dan syarat syah menyembelih hewan.

Disarikan dari Minhaj AL Muslim, ABu Bakr Jabir Al-Jazairi.

Superqurban on TV

24 Nov

TVC Superqurban ini Sobat Zakat bisa disaksikan di MetroTV dan TVOne, dalam windows Youtube juga bisa ditemukan beberapa video sosialisasi Rumah Zakat untuk kategory program lainya yang dimiliki Rumah Zakat.

Doa Qurban

21 Nov

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Jabir ra. ia berkata : “Aku pernah melaksanakan sholat ‘Iedul Adha bersama Rasulullah SAW, tatkala beliau selesai melaksanakannya, beliau datang sambil membawa seekor kambing yang besar lalu beliau menyembelihnya, dan berdo’a : “Bismillahi wallohu akbar Allohumma haadzaa ‘anni wa ‘amman lam yudhohhi min ummati” (HR Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzy- Nailul Author 5/109)

(Dengan menyebut nama Alloh, Alloh Maha Besar, Ya Alloh ini adalah qurban dariku dan dari umatku yang tidak mampu untuk melaksanaknnya).

Silahkan baca juga tentang niat qurban.

Idul Qurban – Hari Raya Qurban

21 Nov

Idul Qurban atau Iedul Adha atau biasa sebagian orang menyebut hari raya qurban,  hari raya tersebut merupakan hari raya ummat islam kedua setelah hari raya idul fitri. Hari raya qurban dirayakan setiap tanggal 10 dzulhijjah dan hari tasyriq atau 11, 12 dan 13 dzulhijjah di kalender hijriyah.setiap tahunnya oleh ummat islam.

Di bulan dzulhijjah kita disyariatkan untuk memperbanyak ibadah diantaranya adalah;

1. Melaksanakan ibadah haji dan umroh

Firman Allah SWY dalam surat Al Baqarah;196:

Artinya:

“Dan sempurnakan haji dan umroah karena Allah…..”

2. Shalat

Dianjurkan untuk bersegera melaksanakan sholat fardu, memperbanyak sholat sunnah. Karena ibadah tersebut salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: ”keharusan bagi kamu memperbanyak sujud kepada Allah SWT, karena kamu tidaklah sujud kecuali Allah akan mengangkat derajat kamu” (HR. Muslim).

3. Puasa

Puasa ini tergolong ke dalam amal sholeh. Seperti yang tertera dalam hadist Rasulullah SAW: ”Rasulullah SAW berpuasa di hari ke sembilan dzulhijjah, hari asyuro dan tiga pada setiap bulannya” (HR. Imam Ahmad, Abu Daud & Nasai)

Rosulullah menegaskan tentang puasa dihari arafah (tgl 9 dzulhijjah) bagi yang tidak pergi haji dalam sebuah hadist: “Allah SWT akan menghitungnya dengan menuutupi dosa pada tahun yang lalu dan tahuun yang akan dating” (HR. Muslim).

4. Takbir, Tahlil dan Tahmid

Rasulullah SAW bersabda: “maka perbanyaklah pada hari itu (10 hari pertama dzulhijjah) tahlil, takbir dan tahmid” disyariatkan pula pada hari-hari itu takbir mutlaq yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam hingga sholat Ied. Juga takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap saat setelah sholat fardhu yang dilaksanakan berjamaah, bagi selain jamaah haji dimulai sejak fajar Hari Arafah dan bagi jamaah haji dimulai sejak dzuhur hari raya qurban terus berlangsung hingga sholat Ashar pada hari tasyriq.

5. Berqurban

Hal ini merupakan sunnah nabi Ibrahim AS sebagaimana yang diperintahkan didalam alquran surat al kautsar; 2:

Artinya:

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”

6. Melaksanakan Sholat Iedul Adha

Hari tersebut adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan, juga menunjukan kekuatan ummat islam yang dapat menyatu dari berbagai penjuru dunia juga hari saling menolong.

Mari menyambut hari raya iedul adha ini kita kembali hidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dan agungkan Islam yang mulai dimuka bumi ini.

Disarikan dari bulletin Kompaq, Dzulhijjah 1430 H.