Tag Archives: niat qurban

Tata Cara Pemotongan Hewan Qurban

25 Nov

Hal-hal yang disunahkan dalam menyembelih hewan qurban adalah antara lain menghadapkan sembelihanya ke arah kiblat, sambil membaca:

Innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa ana minal musyrikiin. Inna salaati wa nusukii wa mahyaayaa wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bizdaalika umirtu wa ana minal muslimin.”

Artinya:

“Aku hadapkan mukaku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan sebenr-benarnya. dan bukanlah aku termasuk orang orang-orang musyrik. sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, tuhan seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan karena itu aku diperintahkan dan aku orang pertama-tama masuk Islam”

dan jika secara langsung ia sendiri yang menyembelihnya, maka hendaknya membaca:

“Dengan nama Allah, dan Allah maha besar. Qurban ini berasal dari-Mu dan hanya untuk-Mu.”

Mengucapkan bismillah…hukumnya wajib berdasarkan ayat quran. Firman Allah SWT:

Artinya:

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (al An’Am 121).

Selanjutnya, binatang qurban dipersiapkan betul setelah dipersiapkan alat yang tajam untuk menyembelihnya, lalu dipotong sekaligus tenggorokannya, kerongkongannya, dan urat darah di lehernya.

Baca juga tentang doa qurban dan syarat syah menyembelih hewan.

Disarikan dari Minhaj AL Muslim, ABu Bakr Jabir Al-Jazairi.

Doa Qurban

21 Nov

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Jabir ra. ia berkata : “Aku pernah melaksanakan sholat ‘Iedul Adha bersama Rasulullah SAW, tatkala beliau selesai melaksanakannya, beliau datang sambil membawa seekor kambing yang besar lalu beliau menyembelihnya, dan berdo’a : “Bismillahi wallohu akbar Allohumma haadzaa ‘anni wa ‘amman lam yudhohhi min ummati” (HR Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzy- Nailul Author 5/109)

(Dengan menyebut nama Alloh, Alloh Maha Besar, Ya Alloh ini adalah qurban dariku dan dari umatku yang tidak mampu untuk melaksanaknnya).

Silahkan baca juga tentang niat qurban.

Niat Qurban

14 Nov

Niat adalah inti dari segala perbuatan, sebagaimana yang di sabdakan Rosulullah : “Segala amal perbuatan tergantung dari niatnya”. Niatlah yang menjadikan amal ibadah diterima ataupun ditolak disisi Allah meskipun dalam melakukan hal yang sama. Namun apakah niat berupa lafadz yang harus diucapkan ataukah sesuatu yang muncul dari dalam hati? Memang sebagian masyarakat kita dalam melaksanakan ibadah ada yang memulainya dengan niat yang diucapkan atau dilapalkan.

Menurut para ulama bahwasanya niat itu didalam hati, tidak diucapkan dengan lisan, dan Rosulullah pun tidak pernah mengajarkan niat yang dilapalkan. Jadi alangkah lebih baiknya jika hal-hal yang tidak diajarkan oleh Rosulullah untuk ditinggalkan, dikhawatirkan akan terjerumus kepada sesuatu yang mengada-ada dalam agama.

Begitupun dengan ibadah qurban, tidak ada niat khusus yang harus diucapkan, dan hal ini tidak pernah diajarkan oleh Rosulullah. Sebaliknya Rosulullah hanya mengajarkan do’a-do’a yang diucapkan ketika melakukan ibadah qurban seperti mengucapkan “ Bismillahi Wallohu Akbar Allohumma Taqobbal Minnii”. (Dengan nama Allah yang maha besar, Ya Allah terimalah qurban kami).

Baca juga tentang Doa Qurban.

Pengertian Qurban

14 Nov

Kata qurban atau kurban, berasal dari bahasa Arab qurban, diambil dari kata : qaruba (fi’il madhi) – yaqrabu (fi’il mudhari’) – qurban wa qurbaanan (mashdar).Artinya, mendekati atau menghampiri (Matdawam, 1984).

Menurut istilah, qurban adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah baik berupa hewan sembelihan maupun yang lainnya (Ibrahim Anis et.al, 1972).

Dalam bahasa Arab, hewan kurban disebut juga dengan istilah udh-hiyah atau adh-dhahiyah, dengan bentuk jamaknya al adhaahi. Kata ini diambil dari kata dhuha, yaitu waktu matahari mulai tegak yang disyariatkan untuk melakukan penyembelihan kurban, yakni kira-kira pukul 07.00 – 10.00 (Ash Shan’ani, Subulus Salam IV/89).

Udh-hiyah adalah hewan kurban (unta, sapi, dan kambing) yang disembelih pada hari raya Qurban dan hari-hari tasyriq sebagai taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah (Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/155; Al Jabari, 1994).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.